oleh

KAMI Sumsel Gelar Deklarasi di Halaman Monpera

PALEMBANG, palapariopers.com— Meski mengalami berapa kali hambatan,Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Sumatera Selatan (KAMI ) Sumsel Deklarasikan diri di Seputaran Bundaran Air Mancur 16 Ilir, Palembang, Jumat (23/10/2020).

Pantauan wartawan palapariopers di lapangan, sempat terjadi adu argumen dengan pihak kepolisian perihal deklarasi yang akan diadakan presidium kami di depan air mancur. akhirnya terjadi kesepakatan,bahwa deklarasi tetap diadakan namun dialihkan ke Monpera.

Padahal sebelumnya beredar informasi 

Deklarasi KAMI Sumsel akan diadakan pada Jumat, 23 Oktober 2020, pukul 14.00, di Hotel WIN, Jalan Soekarno-Hatta, Palembang. 

Pembatalan deklarasi KAMI Sumsel di hotel WIN dalam press rilis yang diberikan panitia ke wartawan mengatakan pemilik hotel diduga ada intimidasi oleh pihak-pihak yang memegang kekuasaan di Sumsel agar membatalkan tempat acara.

Padahal, KAMI Sumsel telah melakukan transaksi bisnis yang legal dengan pihak hotel untuk menggunakan aula Hotel WIN sebagai tempat deklarasi KAMI Sumsel. Pembatalan deklarasi KAMI Sumsel itu melalui kontrol atas pemilik hotel WIN mencerminkan arogansi kekuasaan.

Ketua Presidium KAMI Sumsel, DR Tarech Rasyid Msi mengatakan, momentum hari ini 23 Oktober 2020 KAMI menilai proses demokrasi di Indonesia mengalami defisit. 

“Kenapa lembaga demokratis itu tidak berjalan,” ungkap Tarech kepada awak media saat deklarasi KAMI Sumsel, Jumat (23/10/2020).

Bahkan ada kecenderungan penegakkan hukum kita, justru di bawah bayang bayang kekuasaan atau kepentingan kepentingan politik.

Terkait defisit demokrasi, di sisi lain kami menghimbau bahwa undang undang Omnibus law Cipta Kerja itu kan proses pembentukannya secara federal. 

“Substansi itu bermasalah, banyak kritik dari akademisi, mahasiswa, buruh dan sebagainya,“ jelas Tarech yang juga selaku akademisi kampus.

KAMi menghimbau agar pemerintah dalam hal ini pemangku kekuasaan untuk menimbang, dan keluarkan peraturan pemerintah pengganti undang undang (PERPPU). 

“Batalkan UU Omnibus law Cipta Kerja,” tegasnya dengan lantang. 

Aksi Deklarasi KAMI Sumsel sempat dilarang pihak keamanan, tapi tadi kita ngobrol dan tidak ada masalah. “Untuk jumlah masa sendiri banyak, tapi teman teman menahan diri karena alasan COVID-19,“ tutur Presidium KAMI Sumsel ini.(mail )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya